Macam Macam Tari Asal Sumatera Selatan

Tarian Sumatera Selatan memang sangat beragam jenisnya hal ini menandakan begitu kayaknya budaya warisan yang ada di kota yang terkenal dengan kuliner empek-empeknya ini. Sejumlah tarian tersebut pun sudah ada sejak dulu dan digunakan untuk berbagai kepentingan.

Secara turun-temurun hingga saat ini, tarian itu masih tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat luas. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, berikut akan disajikan tarian-tarian tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan.

1. Tari Gending Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya

Gending Sriwijaya merupakan salah satu tarian tradisional khas Palembang, Sumatera Selatan. Tarian ini biasanya ditampilkan secara khusus sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan seperti Duta Besar, Presiden, dan tamu-tamu agung yang lain. Sekilas, tarian ini mirip dengan Tari Tanggai. Bedanya terletak pada perlengkapan busana penari dan jumlah penarinya. Dalam sebuah pementasan, penari Gending Sriwijaya total berjumlah 13 orang. Dari 13 orang tersebut terdapat satu orang sebagai penari utama. Penari ini membawa tepak, kapur, dan sirih. Sisanya 6 orang sebagai penari pendamping, dua orang pembawa tombak, dua penari pembawa peridon atau perlengkapan tepak, satu orang pembawa payung, dan satu orang penyanyi. Pembawa payung kebesaran dan pembawa tombak adalah pria sedangkan sisanya adalah perempuan.

2. Tari Tanggai

b7705-3194535657
Tari Tanggai

Tari Tanggai merupakan tarian tradisional dari Sumatera Selatan yang juga dipersembahkan untuk menyambut tamu kehormatan. Berbeda dengan tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang, dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga. Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah. Tarian ini menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya. 

3. Tari Pagar Pengantin

Tari Pagar Pengantin

Tari Pagar Pengantin mempunyai arti khusus yakni melambangkan sebuah perpisahan para pengantin perempuan dari masa remajanya serta dengan kedua orang tuanya. Dimana sesudah menikah mereka akan menjadi tanggung jawab suami. Tari Pagar Pengantin merupakan tarian tradisional yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Tari Pagar Pengantin umumnya akan ditampilkan saat ketika resepsi pernikahan.

4. Tari Sebimbing Sekundang

Tari Sebimbing Sekundang

Tari Sebimbing Sekundang merupakan tari yang asalnya dari kebudayaan masyarakat di kabupaten Ogan Komering Ulu. Pada umumnya tari ini ditampilkan sebagai tarian Sumatera selatan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah ini. Ketika melakukan pertunjukan, tari Sebimbing Sekundang bisa dipentaskan baik itu di dalam gedung maupun di luar gedung.

Tari Sumatera Selatan ini dibawakan oleh 9 penari. Tata cara menari nya pun sedemikian rupa sudah diatur dimana 1 orang putri membawa tepak, dua orang penari membawa rempah-rempah, 1 orang akan membawa payung agung, dan 2 orang akan menjadi pengawal. Isi tepak tari Sebimbing Sekundang ini adalah daun sirih yang sudah diracik sebelumnya menggunakan gambir atau getahnya saja. Hal ini diserahkan pada tamu kehormatan berarti sudah diterima dan juga diakui masyarakat Ogan Kometing Ulu.

5. Tari Kipas Serumpun.

Tari Kipas Serumpun

Tari Kipas Serumpun merupakan sebuah tari kreasi yang berasal dari Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Terkait dengan pesan yang disampaikan pada tari ini ialah mengenai jalinan persahabatan di antara masyarakat. Tujuan diciptakannya tarian ini adalah guna menyatukan warga setempat dalam kegembiraan.

Bisa dikatakan bahwa makna dari tari ini sangat mendalam yaitu mengajarkan tentang pentingnya sikap gotong royong antara sesama manusia. Dengan aksi tari ini, dinilai pesan kepada manusia, bisa lebih masuk dibandingkan dengan perkataan secara langsung. Apalagi ditambah dengan suasana pertunjukan tari dalam suasana masyarakat yang begitu gembira.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai